Sepanjang minggu ke 9 tahun 2014, Castello Brothers berhasil menjual domain Whisky.com seharga $3,1 Juta. Wow, sepertinya penjualan terbesar tahun ini, sampai artikel ini diterbitkan. Ternyata kemunculan domain .anything, yang diperkirakan akan membuat domain .com kehilangan pamor sementara ini tidak terbukti. Saat ini sudah muncul banyak domain TLD (Top Level Domain) yang baru, seperti .guru, .photography, .careers, .shoes, dll.

Menjadi seorang domainer dan sudah kecanduan untuk membeli atau men-reg domain secara rutin, pada akhirnya akan menimbulkan sebuah kendala baru, yaitu bagai mana menghandle koleksi domain tersebut. Akibatnya lupa sudah punya berapa domain, berapa domain yang harus direnew bulan berikutnya, berapa biaya yang sudah dikeluarkan untuk masing-masing domain, atau dimana domain tersebut terdaftar. Dalam kondisi ini, maka tentunya seorang domainer harus punya database yang dapat menyimpan semua data detail dari masing-masing domain.

Saat ini saya menggunakan software Excel untuk menghandle database domain. Software yang mudah digunakan, dan tentunya cukup untuk menghandle data detail dari masing-masing domain saya. Contoh database yang gunakan bisa anda lihat di gambar diatas. Database ini harus mencakup data registrar, tanggal expire, biaya yang dikeluarkan untuk membeli domain plus biaya renewal yang sudah dibayarkan, atau kalau perlu, dimana saja domain tersebut sudah dilisting dan berapa harga yang dipasang untuk masing-masing domain.

Dalam dunia domaining, nama domain yang memiliki tanda strip/dash/hyphen (-) kurang disukai (mis. Rental-Komputer.com), dan harga jual akan menjadi lebih murah. Meskipun dalam beberapa kasus, ada domain yang mengandung tanda dash terjual dengan harga yang mahal juga. Nama domain dengan dash lebih disukai oleh orang Eropa, terutama Jerman, namun kurang disukai di Amerika.

Sementara di Indonesia, banyak perusahaan atau situs yang justru lebih memilih domain yang mengandung tanda dash, meskipun biasanya juga memiliki domain tanpa tanda dash. Lalu, apakah sebaiknya menggunakan menggunakan dash pada nama domain? Berikut perbandingan keuntungan dan kelemahannya.

Domain yang memiliki dash memang bagus untuk dilihat, tapi tidak untuk diingat. Penggunaan dash pada domain bisa untuk jadi pemisah antar kata dalam domain dan berperan sebagai layaknya spasi. Tapi penggunaan tanda dash juga dapat menyebabkan domain jadi susah untuk diingat, mis. rental-komputer.com, yang diingat hanya kata “rental” dan “komputer”, bukan tanda dash “-“. Meskipun penggunaan huruf kapital bisa digunakan untuk menggantikan peran tanda dash tersebut pada domain, misalnya: RentalKomputer.com, dibaca “rental komputer dot com”. Biasanya, domain yang mengandung tanda dash “-” dirangking lebih jelek pada hasil pencarian menggunakan mesin pencari online, google.com, yahoo.com, sehingga akan sangat merugikan buat bisnis anda. [Pendapat ini masih bisa didebat] Read More →

Saat ini sebagian besar nama domain generik dengan kata kunci yang populer sudah diregister, dan sangat sulit untuk bisa mencari nama domain generik yang belum teregister. Terutama nama domain yang berhubungan dengan kata kunci yang banyak dicari pada mesin pencari Google.com.

Sehingga ketika anda baru mulai untuk membangun bisnis online, dan membutuhkan sebuah nama domain yang bagus, belum tentu bisa mendapatkan nama domain yang sesuai. Kecuali domain yang digunakan bukan kata umum ataupun berupa nama merk dagang.

Lalu, bila anda sangat menginginkan nama domain tertentu yang sudah diregister orang lain, ada beberapa yang bisa anda lakukan untuk bisa mendapatkan domain tersebut.

Membeli nama domain tersebut dari pemiliknya
Meskipun sebagian besar domain generik sudah diregister, namun sebagian besar domain tersebut belum dikembangkan, bisa karena pemilik berniat untuk menjual kembali domain ini. Sehingga besar kemungkinan bila domain yang anda inginkan ini masih bisa menjadi milik anda bila bersedia membayar mendapatkan domain tersebut.

Coba ketikkan nama domain tersebut di browser anda, bila halaman yang ditampilkan hanya kumpulan iklaniklan, apalagi halaman “<i>For Sale</i>”, maka besar kemungkinan domain tersebut dijual. Lihat data WHOIS  untuk menemukan alamat email atau telp dari sipemilik, gunakan Who.is/whois/domain (contoh: who.is/whois/pusatdomain.com). Anda bisa menghubungi si pemilik domain melalui email atau telp yang ada di data WHOIS.

Anda juga bisa membeli domain tersebut melalui jasa broker atau domain marketplace, seperti sedo.com, afternic.com, bodis.com. Membeli domain melalui situs ini bisa menjaga privasi anda dan juga untuk alasan keamanan.

Menunggu domain drop
Domain yang tidak diperpanjang oleh pemiliknya bisa diregister kembali oleh siapapun, tentunya setelah domain tersebut dihapus dari registry. Namun bila domain tersebut diinginkan oleh banyak orang, maka kecil kemungkinan domain tersebut bisa anda dapatkan bila hanya berharap meregister domain tersebut lewat registrar secara manual atau biasa disebut hand reg.

Gunakan jasa backorder agar kesempatan mendapatkan domain tersebut menjadi lebih besar. Bebarapa situs yang menawarkan jasa backorder Snapnames.com, Namejet.com, Pheenix.com, Pool.com, atau bila domain tersebut diregister di Godaddy.com, domain bisa dibeli di Godaddy Prerelease atau Godaddy Closeout.

Mencari alternatif domain ekstensi lain.
Alternatif lain adalah mencari domain yang sama namun dengan ekstensi yang berbeda, seperti .Org, .Net, .co.id, .info, .biz, dan lain-lain. Namun memang .Com adalah ekstensi domain yang paling populer, sehingga sangat disarankan untuk mendapatkan domain dengan ekstensi .com.

Sewa Domain
Meskipun belum populer di Indonesia, namun diluar sana banyak pemilik domain yang menyewakan domainnya kepada pengembang bisnis online. Salah satu solusi mendapatkan domain premium namun dengan budget yang lebih murah.

Berikut ini akan saya bahas beberapa istilah yang biasa digunakan dalam dunia domaining.

Registrar : situs atau website yang menyediakan jasa registrasi domain, misalnya Godaddy.com, NetworkSolutions.com, Name.com, NamaDomain.com, Domain.com, dll.

Registran: pemilik nama domain Registry: perusahaan yang mengontrol ekstensi domain tertentu secara penuh, misalnya Verisign adalah registry dari .Com, PANDI adalah registry dari .ID, dll.

Domaining : bisnis yang menghasilkan uang lewat pemanfaat domain, baik lewat jual beli domain ataupun pengembangan website ataupun parkir domain.

Parkir Domain : mengarahkan domain ke sebuah halaman yang berisi iklan yang disediakan perusahaan penyedia, dan setiap kali iklan tersebut diklik pengunjung, pemilik domain berhak atas sejumlah uang.

Domainer: orang yang bergelut dalam bisnis domain / domaining.

Domain Marketplace: situs yang berperan sebagai perantara dalam proses jual beli domain, contohnya Sedo.com, Afternic.com, DomainNameSales.com, NameDrive.com, dll.

Backorder: proses register domain yang akan dihapus dari registrar menggunakan software secara otomatis. Ketika domain akan dihapus, setiap orang punya kesempatan yang sama untuk meregister, sehingga kecepatan menjadi isu utama untuk bisa mendapatkan domain yang diminati oleh banyak orang. Proses register secara manual butuh waktu yang cukup lama (dibawah 5 menit), dengan jasa backorder, proses ini bisa dipercepat menjadi sepersekian detik. Contoh situs yang menyediakan jasa backorder adalah seperti Namejet.com, Snapnames.com, Pool.com, dll.

Domain Generik: nama domain yang terdiri atas kata-kata / frasa yang umum, misalnya rumah.com, mesin.com, kasur.com, dll.

Whois: digunakan untuk mencari database informasi pemilik domain, contohnya whois.domaintools.com, who.is, dll.

Domain Premium: domain yang memiliki kualitas tinggi dan berharga tinggi, misalnya rumah.com, toko.com, wisata.com, dll.

Masih banyak istilah-istilah lain, silahkan beri komentar untuk menambahkan istilah-istilah ini.