Berikut ini akan saya bahas beberapa istilah yang biasa digunakan dalam dunia domaining.

Registrar : situs atau website yang menyediakan jasa registrasi domain, misalnya Godaddy.com, NetworkSolutions.com, Name.com, NamaDomain.com, Domain.com, dll.

Registran: pemilik nama domain Registry: perusahaan yang mengontrol ekstensi domain tertentu secara penuh, misalnya Verisign adalah registry dari .Com, PANDI adalah registry dari .ID, dll.

Domaining : bisnis yang menghasilkan uang lewat pemanfaat domain, baik lewat jual beli domain ataupun pengembangan website ataupun parkir domain.

Parkir Domain : mengarahkan domain ke sebuah halaman yang berisi iklan yang disediakan perusahaan penyedia, dan setiap kali iklan tersebut diklik pengunjung, pemilik domain berhak atas sejumlah uang.

Domainer: orang yang bergelut dalam bisnis domain / domaining.

Domain Marketplace: situs yang berperan sebagai perantara dalam proses jual beli domain, contohnya Sedo.com, Afternic.com, DomainNameSales.com, NameDrive.com, dll.

Backorder: proses register domain yang akan dihapus dari registrar menggunakan software secara otomatis. Ketika domain akan dihapus, setiap orang punya kesempatan yang sama untuk meregister, sehingga kecepatan menjadi isu utama untuk bisa mendapatkan domain yang diminati oleh banyak orang. Proses register secara manual butuh waktu yang cukup lama (dibawah 5 menit), dengan jasa backorder, proses ini bisa dipercepat menjadi sepersekian detik. Contoh situs yang menyediakan jasa backorder adalah seperti Namejet.com, Snapnames.com, Pool.com, dll.

Domain Generik: nama domain yang terdiri atas kata-kata / frasa yang umum, misalnya rumah.com, mesin.com, kasur.com, dll.

Whois: digunakan untuk mencari database informasi pemilik domain, contohnya whois.domaintools.com, who.is, dll.

Domain Premium: domain yang memiliki kualitas tinggi dan berharga tinggi, misalnya rumah.com, toko.com, wisata.com, dll.

Masih banyak istilah-istilah lain, silahkan beri komentar untuk menambahkan istilah-istilah ini.

Beberapa kali sempat menerima komplain dari seseorang yang mengaku pernah memiliki domain yang saya dapatkan, baik yang diperoleh lewat jasa backorder ataupun yang diregister langsung (hand reg). Ternyata, hal ini juga dialami domainer lain, pemilik domain lama berniat mengambil kembali domain yang pernah diregister, bahkan dalam beberapa kasus merasa domain tersebut dicuri dari dia dan menginginkan domain tersebut secara cuma-cuma.

Padahal ketika sebuah domain dihapus dari registry, setiap orang berhak untuk me-register kembali domain tersebut, sehingga tidak masuk akal kalau pemilik lama domain berniat mengambil kembali domain tersebut secara cuma-cuma. Berikut ini akan saya jelaskan perhitungan masa registrasi domain, mulai dari masa domain tersebut diregister sampai kembali dihapus dari registry. Read More →