Sering kali saya mendapatkan email atau tawaran dari calon pembeli domain dengan berbagai alasan yang terkadang aneh atau nyeleneh. Ada yang mengaku pemilik sebelumnya, ada juga yang mengaku dari yayasan non profit sehingga berharap saya merelakan domain sebagai bentuk amal. Ada juga yang mengaku sebagai anak sekolah yang tidak punya budget banyak untuk membeli domain.

Dan hari ini, saya mendapatkan tawaran atas satu domain brandable di Godaddy, nilainya lumayan $2k. Domain brandable. Alasan yang dipakai kali ini pakai strategi memelas. Pembeli mengaku akan menggunakan domain ini untuk bisnis kecil yang akan dia mulai bersama istri, do’i mengaku kalo baru saja di PHK, dan tidak punya uang sampai harus meminjam.

Sah-sah saja menggunakan alasan apapun untuk mendapatkan domain dengan harga yang lebih murah. Sebagai penjual, jangan dimasukin hati, bisa jadi benar yang diceritakan calon pembeli, bisa jadi juga tidak. Toh harga yang ditawar sudah masuk sesuai yang saya harapkan.

Pernah dapat alasan aneh seperti apa dari calon pembeli?

Dalam laporan penjualan domain dalam minggu ke 17 tahun 2014, seperti yang dilaporkan di blog GoldNames.com, terdapat satu domain dengan kata kunci bahasa Indonesia yang terjual dengan harga yang “lumayan”. Domain tersebut adalah ParfumOriginal.com, terjual seharga US $3,000 atau setara dengan 34,5 juta rupiah (kurs $1 = Rp. 11.500). Kata kunci yang kuat dan tepat untuk digunakan sebagai website berjualan parfum.

Dalam laporan tentang nama-nama domain yang terjual sepanjang minggu ke 12 tahun 2014, ada satu nama domain berbahasa Indonesia yang cukup menarik, OrangPendek.com. Domain tersebut laku terjual seharga $2.000, atau setara dengan 22 juta rupiah (kurs dolar 11000 rupiah). Orang Pendek adalah nama sejenis kera yang hidup di pulau Sumatera, lebih tepatnya di Taman Nasional Kerinci – Seblat.

Kita tunggu saja untuk apa domain ini akan digunakan si pemilik.

Dalam beberapa hari ini ada 2 domain Indonesia yang terjual di Domain Marketplace Sedo.com dengan harga yang “juga” fantastis. Ya, saya sebut fantastis mengingat pengetahuan pengguna dan pebisnis online di Indonesia tentang harga dan manfaat domain generik masih rendah. Hotelindonesia.com terjual dengan harga USD6.500 dan Angkasa.com terjual dengan harga USD 4.444.

Siapa sebenarnya yang mau membayar semahal ini untuk mendapatkan domain ini? Angkasa.com saat ini masih diparkir di Sedo.com, mungkin masih menunggu untuk dilaunching atau bisa juga ini adalah investor yang membeli domain untuk dijual lagi dikemudian hari. Dari data whois belum bisa dilihat siapa pemilik sebenarnya, karena pemilik menggunakan jasa WHOIS Privacy untuk menyembunyikan identitasnya.

Sementara Hotelindonesia.com dibeli seseorang yang bernama David Williams yang beralamat di Hongkong, sepertinya beliau ini adalah investor, dari data WHOIS juga ditemukan bahwa dia memiliki lebih dari 2000 domain, besar kemungkinan adalah investor, untuk kemudian dijual kembali. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.

Maju terus domain Indonesia, semoga domain-domain generik Indonesia bisa kembali lagi ke pemilik lokal, dan tidak melulu dimiliki oleh investor luar.