Cukup lama saya melewatkan kesempatan untuk posting di blog ini, antara terlalu sibuk dengan kegiatan kantor atau malas untuk menulis. Sehingga ada gap kosong yang cukup lama.

Awal tahun 2019 ini saya awali dengan posting laporan penjualan yang sudah saya lakukan. Tahun ini cukup menjanjikan, semoga masih beranjut sampai ke akhir tahun.

Rimbun.com, terjual seharga $510 melalui undeveloped.com. Pembeli dari Bali, dan saat ini sudah menjadi website aktif. Harga yang terlalu murah, tapi ada masanya saya merasa harus jual dan butuh cashflow, maka dibiarkan laku diharga tersebut. Selamat untuk bli pembeli, sukses dengan websitenya.

Togelku.com, terjual di harga $518 melalui godaddy auction. Niche judi selalu besar pangsa pasarnya, tapi lagi-lagi saya butuh cashflow, jadi dilepas saja.

Ceger.com, terjual $500 melalui godaddy auction. Meskipun Ceger ini adalah nama tempat di Jakarta Timur, tapi sepertinya pembeli dari Eropa. Beberapa kali mendapatkan penawaran untuk domain ini, tapi tidak pernah lebih dari harga ini. Akhirnya dijual saja diharga sekarang ini.

VoiceStory.com, terjual melalui BrandBucket.com di harga $3.835. Nama brandable selalu menarik dan challenging untuk dijual. Tapi saya bukan orang yang beruntung untuk urusan domain brandable. Sejauh ini baru terjual 4 domain melalui BrandBucket.com

UmrahHaji.com, $570 melalui godaddy auction. Pembeli sepertinya dari Malaysia, sekarang sudah menjadi website aktif. Nama yang tepat untuk bisnis travel Umrah dan Haji.

UEnterprise.com, $500 melalui Undeveloped.com, pembeli sepertinya dari China. Beberapa kali mendapat penawar dari Amerika, tapi ternyata dealnya dengan pembeli dari China.

BestTransfer.com, terjual melalui Sedo.com diharga $1.799. Belum menjadi website aktif, tapi domain ini sebenarnya lebih tepat menjadi website transport seperti premium shuttle.

WeAreMen.com, terjual $1.050 melalui undeveloped.com. Proses finalisasi yang lama hampir 1 bulan, bahkan hampir berniat untuk membatalkannya. Pembeli yang sama juga membeli domain WeAreWomen.com

EziTrip.com, terjual $788 melalui BIN di Afternic.com.

Semoga masih ada domain-domain lain yang akan terjual di tahun ini. Bagaimana dengan penjualan domain kamu di tahun 2019 ini, apakah sudah mulai ada peningkatan?

Dalam beberapa bulan ini, saya sering mendapatkan email dari banyak alamat email, dan dari ciri-ciri tulisan dalam email ini gampang ditebak bahwa ini berasal dari China. Sebagian besar email ini formatnya sama dan berulang, sama-sama memberi penawaran untuk membeli beberapa domain yang berpola LLLL.com. Rata-rata harga yang ditawarkan tidak lebih dari US$500, tapi cukup membuat saya penasaran.

Dari beberapa artikel yang membahas aktivitas investor domain yang berasal dari China, ternyata memang benar bahwa saat ini ada peningkatan aktifitas pembelian domain yang berpola LLLL.com dan NNNN.com. Domain LLLL.com tanpa karakter vocal (a, e, i, o, u) dan v.

Domain menjadi salah satu sektor investasi baru bagi pemilik modal dari China, dan peningkatan ini menyebabkan adanya demand yang besar terhadap domain dengan pola LLLL.com dan NNNNN.com. Mengapa saya hanya membahas LLLL.com dan NNNNN.com, bukan berarti domain yang lebih bagus seperti LLL.com, NNN.com, LL.com, NN.com tidak mengalami peningkatan, tapi kita tahu bahwa domain pola ini bukan buat para domainer seperti saya, masa untuk memiliki domain super premium seperti ini sudah lama berlalu, jadi yang masih logis untuk saya dan para domainer baru adalah LLLL.com, 5N.com dan juga 6N.com.

Selamat berinvestasi.

Menjadi seorang domainer dan sudah kecanduan untuk membeli atau men-reg domain secara rutin, pada akhirnya akan menimbulkan sebuah kendala baru, yaitu bagai mana menghandle koleksi domain tersebut. Akibatnya lupa sudah punya berapa domain, berapa domain yang harus direnew bulan berikutnya, berapa biaya yang sudah dikeluarkan untuk masing-masing domain, atau dimana domain tersebut terdaftar. Dalam kondisi ini, maka tentunya seorang domainer harus punya database yang dapat menyimpan semua data detail dari masing-masing domain.

Saat ini saya menggunakan software Excel untuk menghandle database domain. Software yang mudah digunakan, dan tentunya cukup untuk menghandle data detail dari masing-masing domain saya. Contoh database yang gunakan bisa anda lihat di gambar diatas. Database ini harus mencakup data registrar, tanggal expire, biaya yang dikeluarkan untuk membeli domain plus biaya renewal yang sudah dibayarkan, atau kalau perlu, dimana saja domain tersebut sudah dilisting dan berapa harga yang dipasang untuk masing-masing domain.

Dalam dunia domaining, nama domain yang memiliki tanda strip/dash/hyphen (-) kurang disukai (mis. Rental-Komputer.com), dan harga jual akan menjadi lebih murah. Meskipun dalam beberapa kasus, ada domain yang mengandung tanda dash terjual dengan harga yang mahal juga. Nama domain dengan dash lebih disukai oleh orang Eropa, terutama Jerman, namun kurang disukai di Amerika.

Sementara di Indonesia, banyak perusahaan atau situs yang justru lebih memilih domain yang mengandung tanda dash, meskipun biasanya juga memiliki domain tanpa tanda dash. Lalu, apakah sebaiknya menggunakan menggunakan dash pada nama domain? Berikut perbandingan keuntungan dan kelemahannya.

Domain yang memiliki dash memang bagus untuk dilihat, tapi tidak untuk diingat. Penggunaan dash pada domain bisa untuk jadi pemisah antar kata dalam domain dan berperan sebagai layaknya spasi. Tapi penggunaan tanda dash juga dapat menyebabkan domain jadi susah untuk diingat, mis. rental-komputer.com, yang diingat hanya kata “rental” dan “komputer”, bukan tanda dash “-“. Meskipun penggunaan huruf kapital bisa digunakan untuk menggantikan peran tanda dash tersebut pada domain, misalnya: RentalKomputer.com, dibaca “rental komputer dot com”. Biasanya, domain yang mengandung tanda dash “-” dirangking lebih jelek pada hasil pencarian menggunakan mesin pencari online, google.com, yahoo.com, sehingga akan sangat merugikan buat bisnis anda. [Pendapat ini masih bisa didebat] Read More →

Salah satu situs berita online yang terkemuka di Indonesia, Tempo saat ini menggunakan domain .CO, dengan alamat lengkap http://www.tempo.co, sepertinya pilihan yang bijak ketimbang harus mengejar domain dengan ekstensi paling populer didunia .Com, kebetulan saat ini Tempo.Com dimiliki oleh seseorang yang pada data whois-nya beralamat di Amerika.

Ini adalah indikasi semakin populernya domain berekstensi .CO, domain yang sejatinya milik dari negara Kolombia. Beberapa domain ekstensi .CO yang terjual sangat mahal adalah G.Co yang dimiliki oleh Google, kabarnya Google mengeluarkan uang sebanyak $1.5 juta, O.Co yang dimiliki oleh OverStock, dibeli seharga $350 Ribu.